prinsip prinsip ekonomi islam dan tujuan ekonomi islam

MAKALAH
PENGANTAR EKONOMI ISLAM
TENTANG :
EKONOMI SYARIAH DAN RUANG LINGKUP
OLEH
BUDI SAPUTRA (1830404014)
DOSEN : IFELDANENGSIH,S.E.I.,MA
JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
BATUSANGKAR
2018 M/ 1440 H
BAB 1
PENDAHULUAN
A.Latar belakang
Dalam
sistim islam memandang masalah ekonomi tidak dari sudut pandang
kapitalis,sosialis,dan juga tidak gabungan dari kedua nya.islam memberikan
perlidungan hak kepemilikan individu sementra untuk kepentingan masyarakat
didukung dan diperkuat dengan tetap menjaga keseimbangan kepentingan publik dan
individu serta menjaga morallitas.
Dalam
ekonomi islam penumpukan kekayaan oleh sekelopok orang dihindarkan dan secara
otomatis tindakan untuk memindahkan aliran kekayaan kepada anggota masyarakat
harus dilaksanakan.Sistim ekonomi islam merupakan sistim yang adil berupaya
menjamin kekayaan tidak terkumpul hanya kepada satu kelompok saja tetapi
tersebar keseluruh masyarakat.
B.Rumusan masalah
1. Menjelaskan prinsip prinsip ekonomi syariah ?
2. Menjelaskan tujuan ekonomi syariah ?
C.Tujuan Makalah
1. Untuk memahami ekonomi syariah islam dengan baik dan benar
2. Untuk memahami tujuan dari ekonomi syariah
3. untuk bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi allah yang maha
pengasih lagi maha penyayang. Pantaslah kita bersyukur atas rahmat dan nikmat
yang allah berikan kepada kita, dengan mengucapkan alhamdulillah hirobbil’alamin.
Selanjutnya shalawat dan salam selalu kita hadiahkan buat junjungan umat islam
yakniya nabi muhammad SAW.
Maksud dan tujuan pembuatan makalah
ini adalah untuk mengetahui pengertian ekonomi syariah dan ruag lingkup ekonomi
syaria.
Adapun dalam penyusunan makalah ini
penulis mengumpulkan data dan referensi yag ada. Namun penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, disebabkan pengalaman yang dimiliki
oleh penulis terbatas.
Akhir kata semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca. Terima kasih
Batusangkar, 18 September 2018
Penulis
BAB II
PEMBAHASAN
A.PRINSIP PRINSIP EKONOMI SYARIAH.
Menurut Metwally ( (dalam Zaenal arifin, 2002),
prinsip-prinsip ekonomi Islam secara garis besar dapat dijabarkan sebagai
berikut:
1. Sumber
daya dipandang sebagai amanah Allah kepada manusia, sehingga pemanfaatannya
haruslah bisa dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Implikasinya adalah
manusia harus menggunakannya dalam kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya dan
bagi orang lain.
2. Kepemimpinan
pribadi diakui dalam btas-batas tertentu yang berhubungan dengan kepentingan
masyarakat dan tidak mengakui pendapatan yang diperoleh secara tidak sah.
3. Bekerja
adalalah kekuatan penggerak utama kegiatan ekonomi Islam (QS 4:29).Islam
mendorong manusia untuk bekerja dan berjuang untuk mendapatkan harta dengan
berbagai cara, asalkan mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Hal ini dijamin
oleh allah bahwa Allah telah menetapkan rizki setaip makhluk yang diciptakan-Nya.
4. Kepemiliakn
kekayaan tidak boleh hanya dimiliki oleh segelintir orang-orang kaya,dan harus
berperan sebagai capital produktif yang akan meningkatkan besaran produk
nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
5. Islam
menjamin kepemilikan masyarakat dan penggunaannya dialokasikan untuk
kepentingan orang banyak. Prinsip ini didasarai oleh sunnah Rasulullah yang
menyatakan bahwa masyarakat mempunyai hak yang sama atas air, padang rumput dan
api.
6. Seorang
muslim harus tunduk kepada Allah dan hari pertanggungjawaban di akhirat (QS
2:281). Kondisi ini akan mendorong seorang muslim menjauhkan diri dari hal-hal
yangberhubungan dengan maisir, gharar, dan berusaha dengan cara yang batil,
melampaui batas dan sebagainya.
7. Zakat
harus dibayarkala bentan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab).
8. Islam
melarang riba dalam segala bentuknya (QS 30;39, 4;160-161, 3;130, dan
2;278-279).[1]
B. TUJUAN EKONOMI ISLAM
Secara
umum tujuan ekonomi dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Menyediakaan
dan menciptakan peluang peluang yang sama dan luas bagi semua orang untuk
berperan serta dalam kegiataan ekonomi.peran serta individu dalam kegiataan
ekonomi merupakan tanggung jawab keagamaan.individu diharuskan menyediakaan dan
menopang setidaknya kebutuhan hidupnya sendiri dan orang orang yang bergantung
kepadanya.indivdu harus kreatif dan semangat.oleh karena itu semua makhluk
hidup diciptkan untuk manusia,dan hanya untuk manusia,kemampuaan utuk
memanfaatkan sumber daya alam seagai kewajiban agama sangaat ditekan kan bagi
kaum muslim. Islam yakin bahwa kerja sama ekonoi
adaalah kunci sukses.efisiensi dan kemajuan ekonomi dapat dicapai dan
dipertahan kan dalam suatu lingkungan yang membuat setiap orang bekerja secara
serasi.
2. Memberantas
kemiskinan absolut dan memenuhi kebutuhan kebutuhan dasar bagi semua individu
masyarakat.kemiskinan bkan hanya penyakit ekonomi tetapi juga mempengaruhi
spritualisme individu.islam menoor satukan pemberantaan kemiskinan.pendekatan
islam dalam memerangi kemiskinan ialah dengan merangsang dan membantu setiap
orang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi. Islam tidak mendorong
pemecahan masalah melalui tindakan tindakan jaka pendek seperti pemberian uang
atau barang.tindakan tindakan jaka pendek hanya relevan bagi orang orang cacat.
3. Mempertahan
kan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan dan meningkatkan kesejahteraan
ekonomi.islam memandang posisi ekonomi manusia tidak statis.dengan ungkapan
yang sangat jelas,allah tlah menjamin bahwa semua makhluk diciptakan untuk
manusia. Stabilitas ekonomi dalam kerangka islam
menujukkan pada pencapaian stabilitas harga dan tiadanya penggaguran.kedua
tujuan ini berbeda dalam wilayah keadilaan ekonomi.[2]
4. Mengatur
keadilaan dan keseimbangan,adalah prinsip dasar dari islam,islam mengatur agar
manusia melakukan transaksi ekonomi tertutup atau tidak transparan.untuk
mengaturnya,contoh kecilnya islam slalu memberikan perintah adanya saksi,
pencatatan keuangan,dan juga menerapkan standar aturan neraca yang disepakati
dalam hal transaksi ekonomi.
5. Terhindar
dari riba,riba adalah tambahan yang diberikan,salah satunya pada hutang pada
peminjaman.[3]
6. Jangan
lah memberi kebinasaan dimuka bumi.
7. Berbuat
baik kepada masyarakat,sebagaiman alla swt memerikan kepaa kita yang terbaik.
8. Jangan
lah melalaikan nasib didunia,yaitu mencari rezki dan hak milik [4]
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Dari
bab pemabahasan makalah ini, saya sebagai penulis makalah menyimpulkan bahwa :
1. Islam
tidak melalaikan suatu ekonomi bahkan islam mendorong ekonomi umat muslim
dengan baik.
2. Kepemilikan
kekayaan tidak hanya boleh dimiliki segelintir orang kaya tapi merata .
DAFTAR PUSTAKA
Suprayitno eko 2005.ekonomi
islam.yogyakarta:graha ilmu
Suprayitno eko 2005.ekonomi islam.yogyakarta:graha
ilmu
Dlamislam.com

Komentar
Posting Komentar